Thursday, January 29, 2015

HUDZAIFAH IBNUL YAMAN


( Seteru Kemunafikan, Kawan Keterbukaan)

 Penduduk kota Madinah berduyun-duyun keluar untuk menyambut kedatangan wali negeri mereka yang baru diangkat serta dipilih olehAmirul Mu'minin Umar radhiyallah 'anhu. Mereka pergi menyambutnya, karena lamalah sudah hati mereka rindu untuk bertemu muka dengan shahabat Nabi shallallahu 'alaihiwasallam yang mulia ini, yang telah banyak mereka dengar mengenai keshalihan dan ketaqwaannya . · ·,begitu pula tentang jasa-jasanya dalam membebaskan tanah Irak... ·Ketika mereka sedang menunggu rombongan yang hendak datang,tiba-tiba muncullah di hadapan mereka seorang laki-laki dengan wajahberseri-seri.

 Ia mengendarai seekor keledai yang beralaskan kain usang, sedang kedua kakinya teruntai ke bawah, kedua tangannya memegang roti serta garam sedang mulutnya sedang mengunyah. Demi ia berada di tengah-tengah orang banyak dan mereka tahubahwa orang itu tidak lain adalah Hudzaifah ibnul Yaman, maka mereka jadi bingung dan hampir-hampir tak percaya Tetapi apa yangakan diherankan ... ? Corak kepemimpinan bagaimana yang mereka nantikan sebagai pilihan Umar radhiyallah 'anhu, Hal itu dapatdifahami, karena baik di masa keraiaan Persi yang terkenal itu atausebelumnya, tak pernah diketahui adanya corak pemimpin semulia ini .· · ·!

Hudzaifah radhiyallahu 'anhu meneruskan perjalanan sedang orang-orang berkerumun dan mengelilinginya....Dan ketika dilihat bahwa mereka menatapnya seolah-olah menunggu amanat, diperhatikannya air muka mereka, lalu katanya:"Jauhilah oleh
kalian tempat-tempat fitnah ....!"Ujar mereka: "Di manakah tempat-tempat fitnah itu wahai Abu Abdillah "Ujarnya: "Pintu-rumah para pembesar ....! Seorang di antara kalian
masuk menemui mereka dan mengiakan ucapan palsu serta memuji perbuatan baik yang tak pernah mereka lakukan ....!"Suatu pernyataan yang luar biasa di samping sangat mena'jubkan ... .!Dari ucapan yang mereka dengar dari wali negeri yang baru ini, orang-orang segera beroleh kesimpulan bahwa tak ada yang lebih dibencinya
tentang apa saja yang terdapat di dunia ini, begitu pun yang lebih hina.