Saturday, December 27, 2014

KEBERKATAN UMUR

Apa guna berumur panjang jika sepanjang hayat jiwanya mati, biarlah berumur singkat asalkan jasa hidup sepanjang zaman.



Setiap kali tiba hari lahir seseorang, maka ungkapan biasa yang akan dilafazkan adalah, "Selamat hari lahir, semoga panjang umur dan murah rezeki". Tapi jarang sekali kita memperincikan doa tersebut bukan?


Pagi tadi seusai Subuh,  Allah menemukan saya dengan ayat ini saat mentadabbur kitab cintaNya.


"Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka, ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan" [Al-Baqarah: 96]


Ya, apalah ertinya umur yang panjang, kehidupan yang lama di dunia ini, andai sedikit pun tidak dapat menambahkan bekal amal kita untuk kehidupan di akhirat kelak.


Manusia sering meminta agar dipanjangkan umur mereka, namun terkadang mereka lupa untuk memohon keberkatan umur dan supaya dipanjangkannya dalam ketaatan, agar dapat terus bernafas sebagai hamba yang diredhai. Apalah gunanya umur yang panjang, tetapi hanya berterusan bergelumang dalam noda dan dosa, terus-terusan menjadi hambaNya yang ingkar, waliyaudzubillah min zalik.


Maka, keberkatan dalam usia itu yang lebih layak untuk kita pohon padaNya. Berkat itu bukanlah semata-mata diukur melalui panjangnya hayat kita di dunia, tetapi sejauh mana ia dapat dipergunakan ke jalan yang mampu membawa manfaat hingga ke akhirat. Lupakah kita dengan ulama' ulama silam, dan para solihin? Umur mereka jarang yang ada hingga mencecah 50 atau 60 tahun, tetapi sumbangan mereka buat Islam, subhanallah, masih dapat dirasai sehingga kini.


Allah, semoga nikmat umur yang Kau kurniakan pada kami ini, dipenuhi dengan peluang untuk menambah amal soleh dan digunakan untuk menadah ilmuMu, agar dapat meraih cinta dan redhaMu yang diimpikan.