Friday, October 2, 2015

KHALIFAH ALLAH BUKAN SEKADAR AHLI POLITIK



Sejak kecil lagi saya sering mendengar guru-guru agama dan para ulama mengkhabarkan dalam dakwah-dakwah mereka bahawa manusia ini adalah Khalifah Allah dimuka bumi iaitu diciptakan untuk beribadah semata-mata hanya kerana Allah. 

Namun ada sesetengah orang mentafsirkan "Khalifah Allah" ini dengan politik. Nabi SAW pun digambarkan sebagai ahli politik, termasuklah Sahabat-sahabat baginda. Pendek kata segalanya dikaitkan dengan politik.

Saya cuba selusuri Sirah para-para Nabi, tidak ada pun dalam agenda perjuangan mereka untuk menjadi ahli politik melainkan menyampai risalah Allah  bahawa "Tiada Tuhan Melainkan Allah".

Saya bimbang kekeliruan yang disebarkan ini akan menjadi kepercayaan masyarakat yang kurang menyelidik segala maklumat yang disampaikan oleh para "ustaz politik" melainkan menelan bulat-bulat.

Wallahualam.

Surat Al Baqarah : 30
Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”.” (QS Al Baqarah : 30)
a. Kandungan ayat
Allah SWT menciptakan manusia di muka bumi agar manusia dapat menjadi kalifah di muka bumi tersebut. Yang dimaksud dengan khalifah ialah bahwa manusia diciptakan untuk menjadi penguasa yang mengatur apa-apa yang ada di bumi, seperti tumbuhannya, hewannya, hutannya, airnya, sungainya, gunungnya, lautnya, perikanannya dan seyogyanya manusia harus mampu memanfaatkan segala apa yang ada di bumi untuk kemaslahatannya. Jika manusia telah mampu menjalankan itu semuanya maka sunatullah yang menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi benar-benar dijalankan dengan baik oleh manusia tersebut, terutama manusia yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SWT.
Kesimpulan kandungan Surat Al Baqarah : 30, diantaranya:
  1. Allah memberitahu kepada malaikat bahwa Allah akan menciptakan khalifah (wakil Allah) di bumi
  2. Allah memilih manusia menjadi khalifah di muka bumi
  1. malaikat menyangsikan kemampuan manusia dalam mengemban tugas sebagai manusia. Menurut pandangan malaikat, manusia suka membuat kerusakan dan menumpahkan darah
  2. Malaikat beranggapan bahwa yang pantas menjadi khalifah di bumi adalah dirinya. Malaikat merasa selalu bertasbih, bertauhid dan menyucikan Allah
  3. Allah lebih mengetahui apa yang tidak diketahui oleh malaikat